"siaran radio (sebenarnya) merupakan media promosi & komunikasi yang ampuh, dibandingkan media-media (imajinasi) sejenis lainnya. terutama jika pengelola benar-benar serius dalam melakukan inovasi--kreatifitas--serta mencetak profesional 'air personality' dan kaderisasi profesional mukmin bagi media radio yang di pimpinnya. wallahua'lam..." (~∂eanny♥divΞ).
subhanallah, sungguh tak diragukan lagi bahwa argumentasi itu baik & benar adanya. begitu juga sebuah klaim yang menyebutkan bahwa seseorang yang memulai karirnya sebagai penyiar, bisa jadi di waktu selanjutnya ia sudah mampu memimpin manajemen dari sebuah stasiun radio (stara). namun sebaliknya, boleh di bilang tidak pernah ada orang-orang yang mengawali karir sebagai pemimpin 'stara' seperti direktur--marketing--keuangan--public relation dan lain sebagainya, lantas mereka sanggup mengerjakan tugas bagian kepenyiaran !?
masalahnya, apakah keberadaan para pemimpin, modal besar, atau sistem manajemen paling canggih sekalipun, akan sanggup mewujudkan keberhasilan pengelolaan siaran radio, tanpa mengoptimalkan peran u.t.a.m.a. siaran radio berupa penyiar--progran--serta produksi !? kami meyakini disinilah letak permasalahannya, dimana 'selling point' untuk pengelolaan siaran radio bersumber dari bagian kepenyiaran.
hendaknya sahabat pengelola siaran radio berkenan membuka diri, untuk segera membenahi 'debilitas' yang (sepertinya) selama ini di anggap sebagai bentuk kelawaziman, wallahua'lam.
video tune Indonesian broadcaster
kami sering menyebutkan, bahwa 'follower' itu cenderung berada di belakang. sebab ia hanya meniru sesuatu yang (mungkin) pada masanya di anggap 'keren' atau mutakhir, kemudian menjiplaknya begitu saja.
jadi dalam hal ini kami bukan melarang anda mencontoh sesuatu, apalagi ia baik dan benar. tetapi percontohan itu hendaknya jangan menempatkan anda menjadi berada di belakang (follower) yang tertinggal. oleh karena itu tinggalkan kebiasaan instan dan main jiplak begitu saja, namun beralih-lah kepada bentuk inovasi--penambahan kreatifitas--serta cara mengomunikasikan dan mengemasnya dengan lebih baik lagi.
apabila selama ini anda meyakini bahwa program dan siaran dari kota-kota besar (seolah) jadi 'harga mati', sebaiknya pertimbangkan lagi keyakinan itu dengan bijaksana. argumentasinya sederhana saja ! apabila pelaku pertama ternyata sulit mencapai sukses dari program dan siarannya, lantas apa jadinya nasib 'follower' jika demikian !?
Laa tahzan (jangan bersedih) duhai sahabat kami yang dirahmati oleh allah ta'ala...
sesungguhnya masih banyak perihal baik dan benar lainnya, yang ingin kami komunikasikan kepada anda. namun tentu akan lebih nyaman lagi menyenangkan, jika kita dapat bertemu langsung sembari menikmati secangkir kopi atau teh, misalnya... ^^
sahabat...
sementara anda mempertimbangkan manfaat atau mudhorat dari argumentasi dan penawaran di atas, silakan dengankan juga 2 (dua) buah rekaman audio presentasi berikut ini :
dengan mengharap ridha dari allah subhanahu wa ta'ala, rabbyang mahamenentukan lagi mahamemberi-kemudahan bagi segala hal yang dikehendaki-nya, semoga niat--upaya--serta kerja sama selanjutnya barokah dan bermanfaat, amin yaa robbal'alamiin...
sahabat pecinta siaran radio di indonesia...
jika anda sudah membulatkan tekad untuk menekuni profesi dunia siaran, insyaAllah ia cukup bergengsi lagi menjanjikan, serta tidak bertentangan dengan syariat apabila menempatkannya dengan baik dan benar.
adapun alasan mengapa profesi ini dikatakan bergengsi & menjanjikan, insyaallah dapat kita saksikan lewat 'booming-nya' bisnis siaran radio, yang berkorelasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. begitu juga dengan maraknya perguruan tinggi yang (telah) menyediakan jurusan komunikasi & broadcasting, lantaran mendapati animo yang besar dari calon mahasiswa untuk mata kuliah tersebut.
sayangnya, belum seluruh perguruan tinggi di indonesia yang menyediakan mata kuliah ini, sehingga peminat disiplin ilmu broadcasting dari daerah, terpaksa harus berkuliah di kota-kota besar yang telah menyelenggarakannya.
untuk itu izinkan kami menawarkan beberapa solusi yang insyaallah menguntungkan, lagi pula sejalan dengan permasalahan di atas :
1. jika anda tidak punya waktu untuk kuliah selama 4 tahun.
2. jika perguruan tinggi di daerah membutuhkan tenaga pendidik profesional (dosen terbang) khusus untuk mata kuliah produksi--program--siaran--serta public speaking.
3. jika perusahaan radio di daerah membutuhkan pembenahan--pendidikan--hingga pelatihan untuk divisi produksi, program, serta kepenyiaran profesional.
maka secara ringkas dapat kami jelaskan maksud dari 3 (tiga) penawaran solusi tersebut, sebagai berikut :
1. setelah kami terjun langsung dan berbagi (mengajar) di beberapa perguruan tinggi ternama di jakarta untuk jurusan ilmu komunikasi dan broadcasting, sebenarnya terdapat debilitas yang dapat dikatakan tidak menguntungkan mahasiswa, seperti;
a. minimnya alat penunjang latihan dan praktek, b. (sehingga) mengakibatkan mahasiswa minim pula dalam melakukan latihan serta praktek, c. dosen-dosen pengajar kebanyakan bukan pelaku profesional yang mahir dalam bidangnya, bukan pula profesional yang kreatif, dan berkemampuan untuk memberikan solusi. d. Kebanyakan dari para dosen itu pun bukan motivator yang berkualitas (sekadar melaksanakan tugas saja), dan masih berpola kepada 'text book thinking' serta konsep hapalan. e. waktu belajar atau sistem kurikulum yang tidak efisien, sehingga pada kenyataannya (maaf), perguruan tinggi pun tidak menjamin apa-apa kepada mahasiswanya yang telah lulus selain daripada (sekadar) sertifikat.
mendapati 'resume' sebagaimana tersebut, sungguh kami bukan bermaksud mencari kesalahan atau perihal buruk lain. namun hendaknya ambillah ibroh dari pernyataan itu agar tidak berulang pada pelaksanaan yang anda kerjakan selanjutnya, wallahua'lam...
sesungguhnya ajaran dien islam menyatakan bahwa; segala perbuatan bergantung kepada niat, di samping islam juga membolehkan umat-nya agar menjemput rezeki dari allah ta'ala sebanyak-banyaknya dengan cara baik dan benar. begitu pun ilmu dan pengetahuan, semuanya pasti bersumber dari allah subhanahu wa ta'ala yang menitipkannya kepada siapa saja manusia yang di kehendaki-nya. tetapi masalahannya, apakah manusia itu bersedia mengamalkannya dengan cara yang baik dan benar, atau sebaliknya !?
subhanallah, alhamdulillah... bersama ilmu komunikasi & broadcasting yang dititipkan allah ta'ala kepada kami, insyaallah terbentuk metodologi pelatihan dan pembelajaran yang dapat memperbaiki debilitas sebagaimana tersebut di atas. sehingga anda tidak perlu menghabiskan waktu selama 4 tahun untuk mempelajarinya, guna menempatkan diri menjadi profesional radio dj. Akan tetapi cukup dalam waktu 2 s/d 3 bulan saja anda benar-benar mengikuti metodologi pelatihan dan pembelajaran yang kami selenggarakan, insyaAllah cita-cita itu dapat segera terwujud. adapun pelaksanaan untuk pelatihan serta pembelajarannya, dapat dilakukan secara perorangan (privat), maupun kelompok.
2. sebagaimana penjelasan pada poin 1 (satu), insyaallah juga merupakan 'hujjah' bagi kami selaku 'dosen terbang', dan memberikan transfer ilmu radio broadcasting untuk mata kuliah produksi--program--siaran radio--serta public speaking, sesuai kebutuhan perguruan tinggi di daerah yang menyelenggarakan mata kuliah tersebut.
Untuk keterangan lebih lanjut atau bentuk kerjasama yang dapat dilakukan, insyaAllah anda dapat menghubungi kami pada alamat dan nomer berikut ini :
3. agaknya sudah menjadi rahasia umum, bahwa siaran radio di daerah cenderung meniru secara telak, apapun yang dijadikan 'positioning' atau citra siaran radio di kota-kota besar (jakarta). jika mau jujur, padahal radio-radio di jakarta yang dijadikan sebagai panutan, ternyata memiliki banyak kesulitan & kendala untuk mencapai kesuksesan, atau tidak sebagaimana kemewahan diri yang dikondisikan lewat pengudaraan siaran-siarannya.
nah jika pemimpinnya saja bernasib seperti itu, lantas bagaimana pula nasib 'follower-nya'? bukankah mengikuti atau mengekor itu akan senantiasa berada di belakang !?
semoga sahabat pengelola siaran radio di daerah berkenan mencerna argumentasi ini dengan bijaksana, sehingga mudah-mudahan anda dapat memperbaiki kekeliruan yang terjadi selama ini, wallahua'lam bish-showab.
demikian presentasi & penawaran ini kami buat dengan sebenar-benarnya, sehingga kami silakan (juga) anda untuk mengikuti info-info berharga lainnya dari halaman ini. semoga berkenan dan terdapat manfaat, allahumma amiin... Barakallaahu fiekum wassalamu'alaykum wabarakatuh anisya dinov♥nya a/n : team indonesian broadcaster
n.o.t.e. :
sekadar demo radio production : vina panduwina begini idealnya apa yang dikatakan ‘special program’ by : ud@dive dradioman~
j.a.n.g.a.n. m.a.r.a.h. by : anisya dinov♥ Jakarta, 23 november 2011 bismillahir rahmanir rahiim
sahabatku sayang...
rasanya mustahil apabila seseorang tidak pernah marah dalam hidupnya. proses terjadinya marah itu sebenarnya reaksi emosional yang sangat wajar.
tetapi jika marah dijadikan kebiasaan sungguh ia dapat merugikan pemiliknya baik dalam bentuk psikis & kesehatan hingga menjadi orang yang tidak disenangi.
pada saat seseorang sedang marah hormon stress, adrenalin & kortisol membuat jantungnya berdetak keras lantas memberi efek racun baginya.
jika marah selalu dijadikan sebagai solusi ini akan mempercepat proses 'ateroklerosis' atau penimbunan lemak di pembuluh darah sehingga ia dapat merusak dinding arteri.
ketahuilah bahwa orang yang sering marah memiliki emosi negatif kronik seperti rasa cemas, depresi, hingga dampak yang lebih merusak sebab marah dapat membinasakan hati.
sungguh kita tidak akan pernah menemukan wajah seseorang menjadi ganteng/cantik tatkala ia sedang melantunkan irama marah dengan lirik cadas yang cenderung hingar bingar. ^^
tak jarang pula dari diri seorang pemarah mendadak mahir bahasa binatang/sampah bahkan ‘akrobat’ dengan barang di sekitar atau ia mempraktekkan ‘smack down’ seperti di tv :)
sesungguhnya dari marah terdapat kebencian sedangkan kebencian merupakan keuntungan bagi kumpulan ‘thaghut’ bersama laskar perangnya guna mengacau kewarasan orang yang labil.
adapun keuntungan lain bagi iblis 'cengengesan' ini ia tak perlu repot lagi untuk membubarkan ukhuwah sebab dalam marah terdapat ucapan caci & maki yang dapat melukakan hati hingga permusuhan.
apabila kita bersedia memahaminya sejauh itu hendaknya mari kita ubah sifat marah menjadi maaf. “bagi orang-orang yang menjauhi dosa besar & perbuatan keji apabila marah mereka memberi maaf.” (asy syuura 42)
dalam firman-nya yang lain, allah ta’ala juga menegaskan; “sesungguhnya taubat di sisi allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima allah taubatnya;dan allah mahamengetahui lagi mahabijaksana.” (an nisaa’ 17)
subhanallah, semoga allah ta’ala berkenan menjauhkan kita dari sifat marah & benci namun sebaliknya semoga dia menyuburkan rasa sabar, sayang & cinta dalam keimanan kita.
c.i.n.t.a. ♥ s.a.y.a.n.g. ♥ dan m.e.s.r.a. ♥ by : anisya dinov♥ jakarta, 23 november 2011
bismillahir rahmanir rahiim
sahabatku sayang...
jika aku dialog-kan lukisan indah ini, maka :
kakek :nenek masih sayangkah sama kakek ? nenek :lebih besar kek, daripada sayangnya kakek kakek : apakah nenek bahagia hidup bersamaku ? nenek :dari senyumku setiap hari, rasanya kakek tahu
kakek :apakah nenek pernah kecewa sama kakek ? nenek :tidak pernah, tapi mungkin kakek yang kecewa kakek :kenapa nenek bisa merasa seperti itu ? nenek : sebab nenek tidak secantik dulu lagi...
kakek :istriku sayang, kamu tetap cantik bagiku nenek :ih kakek gombal, kayak anak abg aja... kakek :iya nek, fisikmu sekarang memang tak cantik lagi nenek :tuh akhirnya kakek mengakuinya juga kan...
kakek :tentu nek, tapi di akhirat nanti cantikmu akan abadi nenek :masyaallah, tapi kalau nenek mati duluan gimana kek ? kakek : insyaallah kita akan dipertemukan lagi di jannah allah nenek :subhanallah, semoga ya kek, allahumma aamiin...
kakek : aamiin... tapi beneran nih nenek sayang kakek ? nenek :tadi kan udah dibilang, kakek mulai pikun ya ? kakek :tuh nenek deh yang pikun, padahal pipi udah deket gini nenek : duuuh... kakek ini masih genit aja deh, sini sayang...
♥♥♥♥♥
subhanallah, alhamdulillah, allahuakbar... sesungguhnya cinta, sayang & mesra itu bukan sekadar dominasi kaum muda saja tetapi ia juga indah bagi senior mereka.
betapa banyak orang yang kehilangan rasa padahal mereka sangat lebih dalam kekayaan tapi sayangnya miskin dalam nikmat & keindahan sehingga mereka seolah tak pernah kenal bahagia.
saksikanlah mereka yang makan seadanya bahkan tidur hanya berlapiskan tikar tetapi mereka damai bersama rasa syukur menjadikan cinta & sayang terjalin mesra.
tidakkah kamu merasa iri sekaligus heran menyaksikan serba kurang tapi bahagia !? tidakkah kamu sadari & mengambil pelajaran bahwa kebahagiaan harus di jemput dengan shahih !
hendaknya setiap diri yang lalai segera menyadari tuk mengembalikan kebahagiaan pada khittahnya mencampakkan hina & maksiat sejauh-jauhnya sebelum terlambat karena jasad telah dikafani.
allah ta’ala berfirman dalam surah az zukhruf 36, “barangsiapa yang berpaling dari pengajaran al quran kami adakan baginya syaitan yang menyesatkanmaka syaitan itulah menjadi teman yang selalu menyertainya.”
subhanallah, aku bermohon & berdoa pada-mu ya allah mudahkanlah bagi kami tuk menjemput kebahagiaan-mu sesungguhnya, “orang-orang yang beriman & beramal shaleh bagi mereka kebahagiaan & tempat kembali yang baik.” (ar ra’d 29)